Site icon ALFAJR TOUR TRAVEL

Perbedaan Umroh dan Haji : Penjelasan Lengkap

Writer : Zein Muaddib

Umroh dan haji adalah dua ibadah penting dalam agama Islam yang melibatkan perjalanan ke kota suci Mekah. Meskipun keduanya berpusat pada tujuan yang sama, yaitu memenuhi kewajiban keagamaan, ada perbedaan signifikan antara keduanya. Al Fajr Semarang akan menjelaskan secara rinci perbedaan antara umroh dan haji :

1. Keutamaan

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam dan dianggap sebagai ibadah yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara finansial dan fisik. Ini adalah salah satu dari syarat sahnya Rukun Islam. Sebaliknya, umroh adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, tetapi tidak wajib. Umroh bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun, sedangkan haji hanya dilakukan selama musim haji yang berlangsung sekali dalam setahun.

 2. Waktu Pelaksanaan

Haji hanya dapat dilakukan selama musim haji, yang jatuh pada bulan Dzulhijjah dalam kalender Islam. Haji memiliki waktu pelaksanaan yang lebih sempit dari umroh. Waktu pelaksanaan haji terbatas pada rentang waktu mulai dari awal bulan Syawal sampai subuhnya hari raya Idul Adlha (10 Dzulhijjah). Umroh, di sisi lain, dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, kecuali selama beberapa waktu di bulan Zulhijjah, saat kota Mekah dipersiapkan untuk penyelenggaraan ibadah haji. (Sumber : Website Resmi NU Online)

3. Rukun dan Kewajiban

Rukun adalah ritual tertentu yang menjadi penentu keabsahan haji atau umrah (batal bila tidak dilakukan), dan tidak bisa diganti dengan dam (denda). Dalam situs resmi NU Online, Haji dan Umroh memiliki serangkaian rukun yang berbeda. Rukun haji ada lima yaitu niat ihram, wuquf di Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Sedangkan, rukun umrah ada empat yakni, niat ihram, tawaf, sa’i dan memotong rambut. Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa haji dan umrah berbeda pada satu rukun yaitu wuquf di Arafah.

Kewajiban haji ada lima, yaitu niat ihram dari miqat (batas area yang telah ditentukan menyesuaikan daerah asal jamaah haji/ umrah), menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ (perpisahan) serta melempar jumrah. Sedangkan, kewajiban umrah ada dua, niat ihram dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram.

4. Status Keagamaan

Haji memiliki status yang lebih tinggi dalam Islam dibandingkan dengan umroh. Menjalani haji adalah salah satu dari syarat sahnya Rukun Islam. Sementara umroh adalah ibadah sunnah yang dianjurkan. Meskipun, umroh adalah perbuatan mulia dan penuh pahala, statusnya tidak setinggi haji.

Kesimpulan

Perbedaan antara umroh dan haji sangat penting dalam pemahaman agama Islam. Haji adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh Muslim yang mampu, sedangkan umroh adalah ibadah sunnah yang dianjurkan. Waktu pelaksanaan, rukun, dan status keagamaan keduanya berbeda secara signifikan. Sementara haji adalah rukun Islam sebagai kewajiban utama (bagi yang mampu), umroh adalah kesempatan tambahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Sayangnya, calon jamaah tidak bisa langsung berangkat saat mendaftar haji. Calon jamaah harus menunggu belasan hingga puluhan tahun mengikuti daftar tunggu yang didapatkan. Terkecuali calon jamaah menggunakan haji Furoda atau haji ONH Plus yang biayanya jauh lebih mahal dibandingkan biaya haji biasanya. Sembari menunggu, jamaah bisa melakukan Umroh agar bisa tetap berangkat ke Tanah Suci.

Exit mobile version